26 Juli = M. Alfianda Syarif
26 Juli 2014,
Akhir kelas 3 SMA (tahun 2010) aku memutuskan daftar kuliah S1 di Universitas Brawijaya lewat jalur PSB. Awalnya cuma sekedar daftar, siapa tau ketrima biar aku gak perlu ikut tes-tes tulis lainnya. Sampai akhirnya namaku ada di daftar mahasiswa yang ketrima di jalur PSB Ilmu Kelautan Brawijaya. Di daftar nama itu juga, sekilas sempet baca ada nama M.Alfianda Syarif dan itu bukan urusan penting bagiku. Ketrima di universitas negri tanpa tes sudah sangat amat membanggakan dan bikin aku berangan angan gimana rasanya jadi anak kuliahan. Seminggu awal proses perkuliahan aku udah ijin sakit demam berdarah, bikin aku terlambat punya temen di kelas. Kelas awal kuliah dulu, masih ditentuin sama akademik berdasarkan jalur masuk dan NIM. Jadi yang jalur PSB, ya sama PSB. Yang jalur SNMPTN, ya sama SNMPTN. Kelas besarku termasuk golongan mahasiswa jalur PSB dengan NIM genap, aku lupa berapa jumlah pastinya sekelas, tapi yang selalu aku inget jumlah ceweknya cuma 11.
Biologi dasar jadi kelas pertama yang aku ikuti, kuliah biologi dasar selesai aku langsung mau pulang aja karna emang masih rada lemes, belum tau mau kemana dan sama siapa. Di parkiran, waktu nunggu temen ospek yang beda kelas, aku disapa seseorang yang wajahnya aja aku lupa begitu kluar dari parkiran. Orang itu cuma nyapa basa-basi kok, cuma bilang “ aku pulang duluan ya”. Ya diiyain ajalah sama aku, disenyumin dikit biar gak dikata judes. Udah gitu aja, selesai dan pulang kerumah setelah kuliah perdana. Besoknya ada sms masuk ke hp ngajak kenalan. Smsnya sering tiap waktu solat, inti smsnya sama “Ini Indri Maharani kan, udah solat belum?”. Duu ya Rabb, bosenlah di sms begini terus. Insiatiflah aku bales sms itu setelah berhari hari sms itu masuk terus ke hp, dengan harapan kalau dibales gak akan sms lagi. Orang Ngajak Kenalan aku singkat jadi ONK, sms singkatnya macam ini :
ONK : “Ini Indri Maharani kan, udah solat belum?’
Aku : “Iya, ini siapa?”
ONK : “ aku yang waktu kapan itu nyapa kamu di parkiran”
Aku : “iya, siapa namanya?”
ONK : “ namaku ada di absen kok, kita sekelas” (Dalam hati ngebatin, fix orang ini gak penting)
Aku : “iya nama kamu siapa, biar besok bisa aku cari namanya di absen”
ONK : “Aku M. Alfianda Syarif”
Seingetku waktu kuliah Biologi Dasar pertemuan kedua, si dosen ngabsen mahasiswanya satu-satu. Kesebutlah nama M.Alfianda Syarif dari bibir sang dosen diikuti dengan acungan tangan dari seseorang. Reflex lah nengok ke orang itu dan ngebatin dalam hati, “oalah ini ta yang suka sms terus itu. Cocok lah sama wajahnya, tengil dan gak penting”. Detik itu juga aku memutuskan untuk males ke orang itu. Tapi ternyata, si M.Alfianda Syarif ini kekeuh aja sok kenal dan sok deket. Suka tiba-tiba ngambil permen karetku yang masih utuh, suka minta minumku yang botolnya aku taruh di pinggir tas, suka senyum-senyum gak jelas lah ke aku. Aaaaa, pokoknya orang ini gak banget.
Panjang lah crita, sampai akhirnya aku sadar. “Orang ini jadi penting dalam hidupku. M. Alfianda Syarif bagian penting dari hidupku”. Entahlah siapa si M. Alfianda Syarif itu, yang jelas:
Aku sadar M. Alfianda Syarif bagian penting dari hidupku 4 th belakangan ini
M. Alfianda Syarif itu partner disegala bidang mulai dari pendidikan sampai kehidupan sosial
M. Alfianda Syarif itu seseorang special yang namanya ada dalam doaku
M. Alfianda Syarif itu sahabat, musuh dan keluarga bagiku
M. Alfianda Syarif itu seseorang yang bisa membuatkan menangis dan tertawa dalam waktu yang tidak beda jauh
M. Alfianda Syarif itu seseorang yang setahun belakangan ini rela bagi waktu dan tenaganya buat kerja dan kuliah demi bahagiain orang sekitarnya
M. Alfianda Syarif itu sosok bersahaja dan humoris yang gak pernah kehabisan akal dan semangat
M. Alfianda Syarif itu cermin refleksi diriku.
M. Alfianda Syarif itu gak akan cukup dituliskan dalam kata-kata, gak akan jelas dideskripsikan lewat tulisan tapi sangat berarti untuk menjalani hari-hariku dengan penuh rasa syukur.
Selamat bertambah usia kamu, M. Alfianda Syarif. Segala doa dan harapan untukmu sepertinya cukup aku dan Allah yang tau. Tapi kamu tau kan, kita punya harapan yang sama, jadi yuk segera diwujudkan bersama ☺
Maaf ya kak, cuma begini. Tapi aku punya sesuatu buat kakak, di tas ransel kakak yang item, aku taruh di bagian depan. Entah kakak udah tau apa belum.Semoga gak rusak di jalan waktu kakak pulang kemaren.
Selamat tanggal 26 Juli, selamat ulang Tahun kak.
Barokallah ☺
Hari ini disisa ramadhan, di H-2 hari raya Idul Fitri 1435 H.
Aku mencoba menuliskan tentangmu, tentang M. Alfianda Syarif.Akhir kelas 3 SMA (tahun 2010) aku memutuskan daftar kuliah S1 di Universitas Brawijaya lewat jalur PSB. Awalnya cuma sekedar daftar, siapa tau ketrima biar aku gak perlu ikut tes-tes tulis lainnya. Sampai akhirnya namaku ada di daftar mahasiswa yang ketrima di jalur PSB Ilmu Kelautan Brawijaya. Di daftar nama itu juga, sekilas sempet baca ada nama M.Alfianda Syarif dan itu bukan urusan penting bagiku. Ketrima di universitas negri tanpa tes sudah sangat amat membanggakan dan bikin aku berangan angan gimana rasanya jadi anak kuliahan. Seminggu awal proses perkuliahan aku udah ijin sakit demam berdarah, bikin aku terlambat punya temen di kelas. Kelas awal kuliah dulu, masih ditentuin sama akademik berdasarkan jalur masuk dan NIM. Jadi yang jalur PSB, ya sama PSB. Yang jalur SNMPTN, ya sama SNMPTN. Kelas besarku termasuk golongan mahasiswa jalur PSB dengan NIM genap, aku lupa berapa jumlah pastinya sekelas, tapi yang selalu aku inget jumlah ceweknya cuma 11.
Biologi dasar jadi kelas pertama yang aku ikuti, kuliah biologi dasar selesai aku langsung mau pulang aja karna emang masih rada lemes, belum tau mau kemana dan sama siapa. Di parkiran, waktu nunggu temen ospek yang beda kelas, aku disapa seseorang yang wajahnya aja aku lupa begitu kluar dari parkiran. Orang itu cuma nyapa basa-basi kok, cuma bilang “ aku pulang duluan ya”. Ya diiyain ajalah sama aku, disenyumin dikit biar gak dikata judes. Udah gitu aja, selesai dan pulang kerumah setelah kuliah perdana. Besoknya ada sms masuk ke hp ngajak kenalan. Smsnya sering tiap waktu solat, inti smsnya sama “Ini Indri Maharani kan, udah solat belum?”. Duu ya Rabb, bosenlah di sms begini terus. Insiatiflah aku bales sms itu setelah berhari hari sms itu masuk terus ke hp, dengan harapan kalau dibales gak akan sms lagi. Orang Ngajak Kenalan aku singkat jadi ONK, sms singkatnya macam ini :
ONK : “Ini Indri Maharani kan, udah solat belum?’
Aku : “Iya, ini siapa?”
ONK : “ aku yang waktu kapan itu nyapa kamu di parkiran”
Aku : “iya, siapa namanya?”
ONK : “ namaku ada di absen kok, kita sekelas” (Dalam hati ngebatin, fix orang ini gak penting)
Aku : “iya nama kamu siapa, biar besok bisa aku cari namanya di absen”
ONK : “Aku M. Alfianda Syarif”
Seingetku waktu kuliah Biologi Dasar pertemuan kedua, si dosen ngabsen mahasiswanya satu-satu. Kesebutlah nama M.Alfianda Syarif dari bibir sang dosen diikuti dengan acungan tangan dari seseorang. Reflex lah nengok ke orang itu dan ngebatin dalam hati, “oalah ini ta yang suka sms terus itu. Cocok lah sama wajahnya, tengil dan gak penting”. Detik itu juga aku memutuskan untuk males ke orang itu. Tapi ternyata, si M.Alfianda Syarif ini kekeuh aja sok kenal dan sok deket. Suka tiba-tiba ngambil permen karetku yang masih utuh, suka minta minumku yang botolnya aku taruh di pinggir tas, suka senyum-senyum gak jelas lah ke aku. Aaaaa, pokoknya orang ini gak banget.
Panjang lah crita, sampai akhirnya aku sadar. “Orang ini jadi penting dalam hidupku. M. Alfianda Syarif bagian penting dari hidupku”. Entahlah siapa si M. Alfianda Syarif itu, yang jelas:
Aku sadar M. Alfianda Syarif bagian penting dari hidupku 4 th belakangan ini
M. Alfianda Syarif itu partner disegala bidang mulai dari pendidikan sampai kehidupan sosial
M. Alfianda Syarif itu seseorang special yang namanya ada dalam doaku
M. Alfianda Syarif itu sahabat, musuh dan keluarga bagiku
M. Alfianda Syarif itu seseorang yang bisa membuatkan menangis dan tertawa dalam waktu yang tidak beda jauh
M. Alfianda Syarif itu seseorang yang setahun belakangan ini rela bagi waktu dan tenaganya buat kerja dan kuliah demi bahagiain orang sekitarnya
M. Alfianda Syarif itu sosok bersahaja dan humoris yang gak pernah kehabisan akal dan semangat
M. Alfianda Syarif itu cermin refleksi diriku.
M. Alfianda Syarif itu gak akan cukup dituliskan dalam kata-kata, gak akan jelas dideskripsikan lewat tulisan tapi sangat berarti untuk menjalani hari-hariku dengan penuh rasa syukur.
Selamat bertambah usia kamu, M. Alfianda Syarif. Segala doa dan harapan untukmu sepertinya cukup aku dan Allah yang tau. Tapi kamu tau kan, kita punya harapan yang sama, jadi yuk segera diwujudkan bersama ☺
Maaf ya kak, cuma begini. Tapi aku punya sesuatu buat kakak, di tas ransel kakak yang item, aku taruh di bagian depan. Entah kakak udah tau apa belum.Semoga gak rusak di jalan waktu kakak pulang kemaren.
Selamat tanggal 26 Juli, selamat ulang Tahun kak.
Barokallah ☺


Komentar
Posting Komentar