Menambah baca atau membaca tambah?

Dari kecil aku suka baca.

Akses buku jaman dulu (era90an) mungkin tak semudah sekarang, tapi Alhamdulillah aku merasa berkecukupan.
Ayah punya 3 buku ensiklopedi tebal yang bagiku kurang menarik, sedangkan ibuk selalu hadir dengan majalah baru tiap minggu, namanya majalah Mentari. Bagian paling menyenangkan dari majalah itu adalah mencari perbedaan dari gambar yang hampir sama dan tentang cerita Hamindalit yang lucu dan cerdas. Bahkan aku punya satu jilid buku dongeng ukuran raksasa (seukuran tv 21") yang hampir tiap hari aku baca.
Buku dongeng ukuran raksasa + Ensiklopedi


Beranjak SD aku lebih tertarik membaca cerpen dari perpustakaan sekolah, walaupun kadang gak paham isinya karna ceritanya berlembar -lembar. Setidaknya aku selalu baca bab awal dan bab akhir untuk selanjutnya memutuskan sewa buku yang lain.
Akhir sekolah dasar aku mulai kenal novel, inget banget lah sampe sekarang novel yang bisa nagih banget sampe lupa waktu adalah novel karya Hilman yang judulnya Lupus. Ceritanya sederhana dengan candaan harian yang nyambung banget sama otak. Dari situ kecintaan membaca novel selalu jadi hiburan kala libur sekolah atau libur kuliah.

Setiap punya uang lebih pengennya beli novel di gramed, tapi harga novel yang sama kayak tabungan uang saku sekolah 2 minggu tanpa jajan + ngangkot bikin aku selalu mikir2 kalau "beli".
Alhamdulillahnya lagi karna tinggal di lingkungan suka baca, mas Ar menyarankan untuk bikin kartu anggota Perpustakaan Pusat Kota Malang. Tahun 2006 tepatnya, aku udah punya kartu keanggotaan perpus yang manfaatnya berjuta-juta untuk memuaskan hasratsaku menambah baca.
Senyum sendiri kalau inget orang terdekatku pasti bakal jadi partner nge-perpus sampai bikin mereka merasa teracuhkan ketika aku sudah asik baca. Terkadang mungkin mereka heran, buku yang tebelnya min 300 halaman bisa selesai dalam 1 hari atau bahkan dalam itungan jam.
Kalau kalian yg baca ini pernah jadi korban nge-perpusku, berarti kalian orang yang pernah menjadi pewarna utama dalam hidupku :")

Postingan ini pun aku tulis setelah aku asik baca sampai lupa waktu. Sadar- sadar ini udah tengah malem dan perut kroncongan karna gak diajak tidur.
Bedanya semakin kesini yang dibaca gak melulu novel, terkadang isu politik dan lingkungan. Bacaan terfavorit sekarang ini adalah bacaan ilmu baru tentang kehidupan pernikahan dan parenting.
Sampai akhirnya aku sadar, sebanyak apapun bacaan yang aku tambah, otak dan hati ini makin sadar kalau ilmu ini masih aja kurang. 
Bersyukur sekalilah aku punya kebiasaan membaca yang walupun (aku rasa) masih kurang, setidaknya aku selalu bisa membagi ilmu dari apa yang aku baca ke orang di sekitarku.

Sungguh postingan ini hanya rasa syukur dan mengajak kamu untuk mulai mencoba untuk rajin membaca. Baca apapun, tak harus baca buku yang di cetak. Baca buku atau ilmu2 lain secara online pun rasanya menyenangkan. Dan satu hal lagi yang pasti, satu hal yang harus dipaksakan sama diri sendiri
"membaca ilmu dunia aja menyenangkan dan berguna, apalagi membaca kitab Allah SWT yg jelas akan kebenaran dan petunjuk-Nya".

Yuk kamu dan aku makin banyak membaca :)

Indri Maharani
Malang, 22 Februari 2015.
01.33

Komentar

Postingan Populer