Kamu hadir disaat yang tepat
Assalamualaikum Anak yg telah Ibun dan Yahnda nanti.
Hai sayang, pagi ini sebelum solat subuh adalah kali pertama Ibun semakin yakin kamu ada.
Kamu nak, kami tunggu 1 tahun lamanya. Mungkin sebagian mereka berkata ini cepat, tapi sebagian lagi berkata ini lambat..
Bagi kami nak, bagi Ibun dan Yahnda mu, ini adalah waktu yang paling tepat.
Kami yakin begitu nak, untuk semua ikhtiar dan doa baik dari kami maupun sekitar.
Kamu tau nak, Ibun selalu punya keinginan di setiap langkah hidup Ibun. Begitupun Yahnda mu nak. Hingga akhirnya Allah yang menunjukan jalan terbaik untuk kami.
Sebelum Yahnda dan Ibun menikah, dan ketika Ibun tau kalau Ibun akan ikut merantau ke Ambon mendampingi Yahndamu selalu, sebuah doa tak sengaja terucap. Dan sepertinya Allah pun meng-Amini.
Ibun pernah bicara ini ke Yangti di suatu perjalanan menuju kerempongan persiapan akad dan disebuah percakapan tlp dng Yahnda mu.
Ibun berkata "aku mau menikah dulu 1 th baru punya anak, biar bisa pacaran makin lama dan bisa ngrasain kerja". Yangti dan Yahndamu pun tak keberatan.
Ternyata nak, perkataan seperti ini di "Aamin"kan alam semesta bersamaNya.
Ibun berkata "aku mau menikah dulu 1 th baru punya anak, biar bisa pacaran makin lama dan bisa ngrasain kerja". Yangti dan Yahndamu pun tak keberatan.
Ternyata nak, perkataan seperti ini di "Aamin"kan alam semesta bersamaNya.
Singkat cerita, di bulan ke 5 atau ke 6 pernikahan kami, Yahnda makin menampakan betapa ia rindu kamu nak, walaupun tak sedikitpun kata pinta terucap dari bibirnya. Tapi Ibun cukup paham bagaimana cara Yahnda agar tak pernah menyakiti hati Ibun. Sampai tiba waktunya rindu buah hati yang membuat Ibun merasa semakin ingin kamu hadir diantara kami.
Sebuah ikhtiar pertama kami lakukan untuk cepat bertemu denganmu nak. Ibun dan Yahnda pergi ke dokter kandungan terbaik di kota Ambon ini. Anak tau? Dokter senior ini antrinya laaaaamaaaaaaa sekali nak, kami datang pukul 16.00 WIT dan baru masuk pukul 20.30 WIT, itupun harus antri lagi di dalam ruang prakter dokter yg tak begitu besar karna dokter itu memeriksa 6-10 orang bergantian dalam satu panggilan suster. Ruang itu penuh ibu2 yang mencintai anak atau calon anaknya, sampai saat tiba waktunya berkonsultasi dengan dokter, para Ayah baru akan dipanggil masuk mendampingi.
Ketika tiba giliran Ibun, Ibun diminta berbaring di ranjang untuk melakukan USG, tak lama setelah itu Yahndamu mendapat panggilan untuk mendengar penjelasan dokter.
Dan sebuah kabar yg tak diinginkan kami dengar.
Dokter berkata :
"Ibu, rahim Ibu tergolong rahim yg cekung. Sehingga akan sulit mendapat anak dan mudah keguguran"
Bagai petir rasanya nak, Ibun mendapat kabar seperti itu.
Tapi beruntungnya Ibun memiliki suami seperti Yahndamu yg selalu menguatkan.
Yahnda meyakinkan kalau Allah pasti sudah siapkan jalan lain, Allah pasti akan berikan kamu diwaktu yg terbaik.
Berbagai ikhiar kami coba nak, hingga tepat di hari ini, menuju bulan ke 13 pernikahan kami. Sebatang test pack menandakan dua garis merah yg artinya kamu telah hadir nak.
Terjawablah doa kami nak, kamu memang hadir di waktu yg tepat.
Terjawablah doa kami nak, kamu memang hadir di waktu yg tepat.
Peluk cium untukmu nak, dari Ibun dan Yahnda yg telah mencintaimu dari awal menantimu.
Ambon, 8 Februari 2017.
Indri Maharani.
Indri Maharani.




Komentar
Posting Komentar